Memang setiap hal pasti memiliki sisi pro dan kontra tergantung dari perspektif mana kita melihat. Sama halnya seperti pengerjaan proyek yang ditengarai dapat memecah permasalahan kemacetan di bali khususnya simpang siur (semoga). Adanya isu tentang reklamasi pulau dan pengembangan wilayah selatan gencar tersiar. Secara lingkungan ini akan jelas membebani pulau bali dari segi peningkatan infrastuktur pendukung seperti hotel-hotel yang kini terus berkembang seperti jamur di bali. Tingginya tingkat infestasi menjadi alasan mengapa terus terjadi perkembangan di bidang properti yang jika dilihat secara tidak langsung dengan banyaknya terdapat kendaraan mewah yang menunjukkan meningkatnya perekonomian bali.

Apakah JDP dapat menjadi solusi kemacetan?
Hal tersebut bisa jadi, namun dalam kurun waktu terbatas karena perkembangan dan kemudahan dalam memiliki kendaraan di bali sangat mudah
Jadi logikanya, ada jalan maka ada mobil
Hal tersebut akan menimbulkan reaksi berantai, hal tersebut tidak dapat dipungkiri selama belum ada aturan aturan yang ketat dalam mengatur kendaraan di bali seperti di negara tetangga kita
Apakah masyarakat dapat disalahkan atas kepemilikan kendaraan yang terus meningkat?
Tentu tidak, siapa yang tidak ingin memiliki kendaraan atau properti jika memungkinkan atau berkecukupan? Dilihat dari sifat konsumtif masyarakat dan kesadaran akan memiliki aset di bidang properti dan kendaraan jadi ajang aktualisasi diri
Denpasar (Bali Post) - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bali bersama Frontier Bali dan individu peduli lingkungan menggelar aksi demo di depan kantor Gubernur Bali terkait pembangunan jalan di atas perairan (JDP) atau jalan tol Benoa – Nusa Dua, Rabu (15/8) kemarin. Mereka menuntut Pemprov Bali menindak tegas pelanggaran analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) oleh pelaksana proyek pembangunan JDP tersebut. Dibalik permasalahan dan kontra seputar wilayah bali selatan, terdapat juga beberapa hal yang mendukung hal tersebut (mungkin belum melihat dampak kedepannya)
Bendesa daerah bali selatan, mendukung adanya proyek yang konon dapat memecah permasalahan di bali selatan khususnya simpang siur
Pernah ada 4 warganya meninggal karena tidak sampai rumah sakit karena jalan menuju rumah sakit sanglah sangat macet
Bayangkan, kemacetan selain menambah kerugian finansial juga ada aspek kemanusiaan didalamnya
Hal itu juga tidak dapat disalahkan
Dikutip dari radar bali rabu 19 juni 2013, bendesa tanjung benoa i Nyoman Wana Putra mengatakan " Setiap ada forum resmi, termasuk pembahasan jalan tol ini, saya selalu bilang masalah kemacetan ini erat kaitannya dengan masalah kemanusiaan" dikarenakan alasannya tidak lain karena dulu ada warganya yang meninggal dunia di tengah jalan terjebak macet dalam perjalanan menuju RS sanglah.
Apa solusinya? Kita sebagai negara bekas jajahan yang memang tidak diberi kesempatan belajar menjadi sulit dalam menata kota karena negara kita ini adalah warisan dari pendahulu kita yang pada dasarnya dalam melakukan perencanaan belum memikirkan aspek-aspek yang menjadi perkembangan kedepannya.
Bayangkan saja, jaman dahulu seberapa sih pribumi yang punya kendaraan? Paling hanya beberapa kalangan priyai yang memilikinya sehingga hal tersebut luput yang dapat kita lihat dari perencanaan jalan saat ini
Kenapa tidak melakukan pelebaran jalan saja?
Ahh, statement yang sulit juga
Kenapa?
Kepemilikan lahan di indonesia salah satunya menjadi permasalahan
Siapa yang mau tanahnya (dipinggir jalan) yang memiliki harga jual tinggi mau digusur atau bahkan mungkin sudah terdapat bangunan?
Beberapa pihak mungkin bisa, tapi yaa kembali ke biaya pembebasan lagi sih -____-
Sekarang hal tersebut menjadi beban dari generasi generasi muda dalam menyelesaikan warisan permasalahan dari yang sebelum-sebelumnya agar tidak memberi solusi yang menciptakan masalah dan terus berulang, kan sama dengan bohong -___-
Mari kita tata pulau kecil kita ini, kecil namun banyak sejarah dan warisan
Perkembangan jaman tidak dapat dicegah, tapi budaya jangan dilupakan
Situ mau ga maen nintendo saat semua udah maen ps4?
Mari kita rajin mengembangkan ilmu, pergi keluar, curi ilmu mereka seperti mereka mencuri sumber daya alam kita
Kok mau aja beli tusuk gigi dari luar tapi bambunya dari kita, kan loecoe -___-
Endonesia jago kok


No comments:
Post a Comment
terima kasih sudah berkomentar, semoga bermanfaat dan membangun positif